Hati-Hati Meminjamkan Motor, Ini Akibatnya

Minggu pagi waktu yang pas buat ku untuk sedikit bermalas-malasan dari hiruk pikuk tugas kuliah dan semacamnya. Berbaring dan menonton Doraemon jadi pilihan pagi ini, namun tak berselang lama, minggu pagi yang ku rencanakan untuk bermalas-malasan berubah seketika menjadi hari yang padat dan panjang karena harus berurusan dengan polisi. Iya polisi, bukan untuk proses penilangan, pengadilan, perpanjangan SIM, ataupun minta surat keterangan baik dari polisi. Semua itu karena untuk pertama kalinya aku terlibat dalam aksi pencurian.

Kejadian ini bermula sekitar pukul 08:30 pagi tadi saat sedang bermalas-malasan, datang seorang cowok mengetuk pintu kamar kost dan berniat untuk meminjam motor
"Mas bisa pinjam motornya sebentar ?"
"Hmm, untuk apa ya mas?" Jawabku spontan
For information, cowok ini merupakan seseorang yang sering berada di kost ku belakangan ini, dia kadang nginap berdua tepat di kamar depan kamar kostku dengan temannya yang ku rasa juga masih punya hubungan kerabat dengan Pak M, pemilik kost-kosan yang tinggal di lantai dua, dia juga sangat kenal dengan Pak M, dan aku pun juga sempat ngobrol singkat beberapa kali sebelumnya, tegur sapa, namun tidak begitu kenal, bahkan untuk namanya saja aku belum tahu.
"Ini mas, saya mau ambil uang di ATM, deket klebengan"
Sempat aku mikir beberapa saat untuk tidak meminjamkan motorku ke cowok tersebut, tapi ya gak enak, motor juga lagi senggang, gak di pakai waktu itu, toh dia juga biasanya ke sini, Pak M sepertinya kenal dengan dia. Belum muncul pemikiran buruk ke dia, sehabis dipinjem kan bakal langsung balik motornya, gitu pikirku.

"Oh iya mas, memangnya motor mas kenapa ya?" ku tanya gitu sambil nyerahin kunci sepeda motor.
"Itu mas bensinnya habis?"
"Lah terus ke kost sini gimana?" Rasa penasaranku mulai sedikit muncul disini,
"Iya tadi habis aja bensinnya"

Dan ya, akhirnnya aku percayakan lah motornya untuk dibawa, walau ada rasa sedikit cemas. Kembali masuk kamar, aku rebahan, sempat mikir macem-macem, Bener gak sih motornya kehabisan bensin?, dan gak perlu waktu lama aku langsung ke depan mastiin kalo dia tadi ke kost bawa motor pretelannya, aku juga sempat hafalin nomor polisi motor dia, dan bahkan inisiatif untuk ku foto. Rasa was-was sedikit meredam sih setelah tahu motornya ada di kost, berarti dia bakal balik lagi ke kost (motorku gak bakal dibawa kabur) dan yang minjem motorpun udah kenal sama Pak M, pemilik kost.

Tak selang beberapa lama, waktu menonton tv, ada ketukan pintu dari luar dan pintu pun langsung dibuka ,
"Mas, maaf banget mas, maaf...."  dengan nafas terengah-engah, itu kalimat pertama dan kalimat yang terus dia ulang berkali-kali oleh cowok peminjam motorku tadi.
"Lah, kenapa mas? ada apa?"

Tentu panik lah, orang yang tadi gak lebih dari setengah jam minjem motorku tiba tiba datang masuk kamar minta maaf, ini orang kenapa? sempat muncul banyak banyangan kejadian di otak, kalau motorku hilang karena dia lupa cabut kunci motor? apa kecelakaan?  apa motorku dijual? atau dia gadein? atau gimana?, tapi kalau kecelakaan kok dia baik baik aja?

"Lah mas kenapa? kok minta maaf? maaf kenapa? cerita lah?" Tanyaku masih baik-baik dan gak ingin berburuk sangka dulu sama dia, sebelum dia cerita. Dan akhirnya dia cerita, kalau dia setelah dari mau ambil uang, dia mau mencuri helm, dan ketahuan terus dia lari ke sini. Motorku ditinggal di tempat kejadian.

Tentu setelah denger ceritanya aku langsung naik pitam, baru dipinjemin sekali, dibaik-baikin, ternyata minjem motor malah buat ngelakuin aksi pencurian, mana ditinggal di tempat kejadian pula kalau diamuk massa gimana? kan tahunya itu motor dia yang bawa, kalau dipretelin, dihancurin, atau dibakar segala macem udah gak ada bayangan itu motor bakal baik-baik aja disana.

Sempet panik, marah, dan campur aduk lah di kondisi kaya gitu, aku minta kejelasan dari pelaku soal motor saya, dia bilang
"Iya mas, maaf mas, nanti biar diambil dan diurus sama kakung (Pak M; pemilik kost) aja"
Lah makin jengkel dong dapet jawaban kaya gitu, gak bisa nanti nanti lah pikirku gitu,
"Lah mas gak bisa gitu mas!! mas pinjem motor saya buat ngelakuin pencurian, iya kalau motor saya gak papa, kalau motor saya udah gak ada bentuknya gimana!!? tanggung jawab lah!!"
"Iya maaf mas... biar diurus sama kakung aja"

Masih aja dia minta maaf kaya gitu, aku bilang
"Mas harus tanggung jawab mas!!, gak bisa gini, sekarang anterin saya ke tempat kejadinnya!!, kejadiannya dimana?!!"
Dia jelasin tempatnya di sebelah mana, aku langsung naik ke lantai dua, bilang langsung ke Pak M, beluau turun, langsung aku sama dia jelasin kronologinya
Alahmdulillahnya disini sih dia jujur sama aku, entah karena takut nambah masalah kalau enggak jujur, atau dia tertekan atau gimana aku gak tahu
Singkat cerita aku langsung ambil dompet cek STNK, KTP dan sama pak M langsung jalan menuju tempat kejadian buat jelasin semuanya. Di perjalanan aku sempat tanya kalau pelaku adalah cucunya, dan beliau juga meyakini kalau barang-barang kost seperti sepatu yang sering hilang itu karena ulah dia, dia curi, dia jual dan uangnya buat dia minum-minuman keras.

 Di perempat perjalanan sempat lihat 3 cowok boncengan satu motor dari arah berlawanan, itu apa mas-mas yang nyari maling ya? dalam hati gitu. tapi masih aja terus jalan. Sudah setengah perjalanan ternyata 3 cowok tadi puter balik dan berhenti di post satpam dan terlibat perbincangan dengan satpam setempat. Akhirnya aku dan pak M samperin mereka.
"Mas, nyari maling helm ya?" Spontan langsung aku tanya gitu
"Iya mas"
"Jadi gini mas, yang maling tadi cucu dari pak M, pemilik kost yang saya tempati, dan motor yang digunain tadi itu, motor saya yang dia pinjem" Langsung aja aku jabarin ke mereka
"Oh gitu, pantes aja tadi saya buka jok motornya ada foto (cocard) kok fotonya beda sama wajah orang yang kami kejar tadi, ada kimianya"

Foto? Kimia? sempat mikir dan inget kalau di jok motor ada cocard panitia seminar nasional kimia bulan Mei lalu.
"Oh iya mas motornya di sana, di kost"
"Oh iya bisa boncengin saya ke sana mas, sekalian lihat motor saya?"
Dan jalan lah boncengan ke kost, dalam perlajanan sempet tanya juga kalau kejadiannya sempet kereka CCTV, dan kejadiannya berada di kost-kostan, dan syukurnya itu motor belum sempet diapa-apain sama anak-anak kost. Dan mas terebut bilang kalau motor saja juga sempet di post di halaman apa gitu di facebook, deg tambah makin banyak pikiran ini nanti kalo belum di klarifikasi gimana.

Sesampainya di kost, aku di kenalin sama seluruh para penghungi kost yang lagi nongkrong di depan sambil nunggu hasil tangkapan sepertinya.
"Ini masnya yang punya motor, malingnya tadi minjem motor ke mas ini"
"Iya mas tadi alasannya mau dibuat ngambil uang di ATM"
"Oh iya mas saya foto dulu biar buat klarifikasi" kata korban
"Oh iya ini juga KTP dan STNK kalau mau nyamain identitas saya (dengan cocard:alamat stnk dengan alamat KTP; nomor polisi)" ku tawarin gitu biar lebih meyakinkan kalau itu benar motor ku yang dipinjem buat nyuri

"Oh iya mas, sambil di cek dulu itu ada yang hilang atau gimana motornya?" kata mas yang nganter ke kost kejadian tadi
Dan sempet bertanya tanya masalahnya kaca spion motor sebelah kanannya hilang, entah itu tadi jatuh waktu maling atau gimana, dan ternyata itu kaca spion hasil mau di pretelin sama anak-anak kost.

Dan akhirnya setelah semua udah clear, kaca spion pun udah dipasang, aku dan mas tadipun kembali ke post satpam diamana masih ada pak M, ada dua temen mas koban itu tadi, dan satpam. Bincang-bincanglah mereka, memutuskan untuk melakukan pelaporan dengan bukti CCTV dan saya diminta sebagai saksi. Pak M sendiri pun mengizinkan mereka untuk melaporkan untuk membuat jera si pelaku, karena sepertinya beliau juga sudah geregetan dengan aksi pencurian barang-barang di kost beliau yang Pak M sendiripun percaya kalau itu semua gara-gara pelaku yang sama yang meminjam motor tadi.

Korban dan Pak M yang setuju pun untuk melaporkan ke polisi dan aku sebagai saksinya, dan sebelum berangkat ke kantor polisi saya sempat kembali kost untuk ngambil helm dan handphone ditemani satu mas dari 3 cowok tadi, karena yang keduanya juga langsung kembali mengambil helm  dan bersiap untuk melaporkan kejadian. Aku tadi juga gak parkir di depan kost, karena takutnya masih ada pelaku, dan ternyata benar pelaku masih ada di ruang tamu dengan motornya yang awalnya tadi berada di teras.

Dia sempat ngobrol sama aku dan tanya,
"Gimana mas? bisa damai aja?"
aku cuma jawab
"Kalau masnya mau klarifikasi, atau minta maaf silahkan ke sana langsung, Pak M tadi juga masih disana, ayo mau ikut?"
Dia cuma diem, dan ya sepertinya bener-bener menyesali apa yang dia perbuat.

Akhirnya aku dan dua mas-mas korban ke polres, dalam perjalanan aku masih terfikir kalau foto motorku tersebar di media sosial sebagai motor pencuri kan bisa aja di tengah jalan yang baca postingannya langsung main di hajar karena cuma tau motor aja, tapi gak tau kalau itu motor pinjaman, ya sudah nanti aku minta klarifikasi setalah laporan aja pikirku gitu.

Setelah sampai, mereka mengadukan kejadiannya, 1 pelapor, aku sebagai saksi 1, dan teman kost korban sebagai saksi 2. Waktu pelaporan, sang korban menjelaskan kalau sang pelaku ingin mengambil dua helm, warna hitam dan yang satunya warna merah, dengan kisaran total harga 500 ribu rupiah. Setelah surat pelaporan dibuat selanjutnya pembuatan berita acara, mas-mas korban diwawancarai terlebih dulu sedangkan aku nunggu di ruang tunggu. Polisi pun minta motorku untuk dibawa ke depan kantor untuk di foto, juga meminta KTP dan STNK. Tentu semakin was-was ini nanti motornya bakal ditahan sebagai barang bukti atau gimana.

Setelah mas-mas korban dimintai keterangan dan keluar dari ruang, aku langsung minta tolong ke mas tersebut untuk klarifikasi soal pencurian dengan motor ku yang dianggap sebagai motor pelaku yang sempat di posting di facebook, agar nantinya udah jelas kalau itu bukan motor sang pelaku dan gak ada kejadian kalau waktu dijalan atau waktu parkir ada yang baca postingan itu dan tahu nomor polisinya bakal dapat amukan massa karena dianggap sebagai pencuri helm. Masnya jawab kalau dia udah klarifikasi semua, udah terangin dan cerita. Alhamdulillah.

Setelah itu mereka langsung pamit untuk pulang duluan, dan aku pun masih harus berurusan memberikan kesaksian dan penjelasan. Akhirnya semua ku citakan ke polisi, dan Alhamdulillah, si motor gak di tahan karena dua helm milik korban juga udah kembali (jadi ceritanya sang pelaku belum sempat membawa lari helm, tapi pas mau ngambil pelaku ketahuan dari pantauan CCTV) kecuali tadi kasusnya helm udah gak di korban, nanti motor bakal di tahan kaya gitu (jelas bapak polisi sambil nunjukin motor-motor para pelaku yang di sita dibalik gedung yang terlihat dari jendela).

Akhirnya aku pulang ke kost dengan hati yang cukup lega, semua udah tersampaikan bagaimana cerita sebenarnya, semua udah di klarifikasi baik dengan korban ataupun dengan pihak polisi, motor juga gak disita ataupun lecet kena hajaran massa.
Tentu pengalaman hari ini gak bakal bisa dilupain, pengalaman ke kantor polisi karena bukan untuk ngurus SIM ataupun meminta surat perkelakuan baik, tapi karena terlibat dalam aksi pencurian sebagai saksi. Ini juga jadi pengalaman buat ku untuk tidak mudah percaya ke orang lain, saling kenal orang dekatnya itu tidak gak cukup dan menjamin dia akan baik dengan kita. Bukannya mau berburuk sangka dengan orang lain, namun untuk nama baik kita, lebih baiknya untuk selalu berhati-hati dan waspada harus tetap ada dan dipelihara.
Terima kasih, Kau buktikan lagi Kuasa Mu hari ini,  Kau tunjukkan ke semua mana yang benar mana yang salah, mana yang baik mana yang tidak.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Yang Kinetik

Kau Buatku Berhasil Melewatinya

Dia Yang Senantiasa Mendengar