Dia Yang Senantiasa Mendengar

Udah lebih dari dua minggu ini cukup banyak masalah yang datang, bekerja dibawah tekanan memang sudah biasa buatku, ya namanya juga deadliner. Namun kalau dibawah tekanannya ada banyak masalah lain, tentu saja membuat hal yang biasa dihadapi jadi terasa lebih berat. Oh ya kenalin aku Hermawan, mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) semester 5 di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kurang enak juga sebenarnya postingan pertama bukannya postingan yang bahagia, semangat ataupun membakar gairah, tapi memang ini yang sedang kurasain saat nulis postingan ini.

Masalah, orang yang masih hidup tentu punya masalah, gak kenal waktu kalau datang, juga gak kenal situasi dan kondisi. Akhir UTS kemarin bukannya diisi oleh refreshing ngeringanin otak dari materi-materi yang sempet hinggap, malah otak diajak buat kerja keras buat nyelesaiin banyak tugas kuliah juga tugas kepanitiaan. Seperti ceadline cocard, deadline spanduk, tugas presentasi JMDI yang gak jelas, dan dua laporan praktikum yang nunggu diselesaikan, ditambah lagi power button handphone yang rusak sehingga hp harus nginep di service center.

Inget kali waktu nyelesaiin masalah-masalah diatas gak semudah balikin telapak tangan, udah gak ada handphone, komunikasi susah, padahal perlu banget handphone sampai-sampai pasang bluestack di laptop yang dikit-dikit over heating. 

But some troubles are over right now, tugas kepanitiaan selesai dan hari Senin nilai presentasi JMDI yang digunakan untuk pengganti nilai UTS dapat nilai yang memuaskan, padahal presentasi baru dibuat dan dipelajari pasca subuh di hari presentasi.  Tentu saja itu bener-bener buat bahagia setelah melewati badai dihari-hari sebelumnya ada pelangi yang datang. Ya, walaupun sampai sekarang hidup tanpa handphone karena minggu lalu sparepart dari pusat belum datang. Aku mulai terbiasa sebenarnya hidup tanpa handphone ya walaupun kadang merasa sedikit sulit untuk komunikasi tapi lebih bisa ngurangin kegiatan yang kurang penting kalau lagi ada hp di tangan.

Selain masalah handphone yang belum balik, masalah baru muncul, motor, ya itu alasan kenapa belakangan ini aku jalan kalau ke kampus untuk kuliah dan juga rapat. Kurang tahu kenapa pagi itu waktu mau hidupin motor dan berangkat ke kampus gak bisa, dan pakai manual pun tetep gak bisa, jadi akhirnya hari itu jalan ke kampus hingga hari ini tadi.

Semua masalah yang datang dan pergi, yang diberikan oleh Tuhan tentu memiliki makna pelajaran disetiap jejak yang diberikan, bukan hanya sebagai pelatih kesabaran, masalah yang datang juga membuat ku untuk melihat, berfikir, dan mendewasakan diri, yakin jika Dia tidak pernah memberikan cobaan diatas batas kemampuan ku sebagai hambaNya. Akan tetap ada orang-orang disekitarku yang terus mendukung dan membantu mengurai tiap belitan masalah, dan yang pasti hanya Dia yang senantiasa mendengar di setiap doa yang ku panjatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Yang Kinetik

Kau Buatku Berhasil Melewatinya